Showing posts with label Ngoprek. Show all posts
Showing posts with label Ngoprek. Show all posts

Saturday, 27 December 2014

Arduino Yun + Android

Arduino Yun + Android
Oktober lalu saya mendapatkan kesempatan ikut sebuah kompetisi. Satu hal yang menarik, saya mendapat "mainan baru dari event tersebut: Arduino Yun. Saya tidak tahu mengapa Arduino Yun mahal (punyanya Uno sebelumnya soalnya haha), tapi yang saya tahu Yun sudah built-in dengan WiFi module.
Satu hal yang langsung terlintas di kepala saya: "Remote kontrol arduino dengan android via WiFi"

Wednesday, 23 April 2014

Astronot Darat - Bumping Robot

Last semester, for Robotics course, my team made a project about a cleaning robot. It was inspired by vacuum cleaner robot which can clean the floor by going through all points on the floor.
Roomba from iRobot
http://www.irobot.com/~/media/Images/iRobot/Robots/HRD/Roomba/500%20Series/Anatomy/irobot-Roomba500-Top-View.jpg

Sunday, 16 December 2012

Remote Control Car with Wireless Joystick using AVR Microcontroller

Assalamu'alaikum! Finally my post about my final project for EL3096 Microprocessor System and Lab is out!
Gambar 1 - Remote Control Car with Wireless Joystick

Friday, 14 December 2012

Interfacing Joystick dengan AVR II: Wireless Dualshock2

Melanjutkan dari post saya yang sebelumnya. Pada post sebelumnya, saya melakukan pembacaan dengan menggunakan wireless dualshock 2.
Wireless Dualshock 2 yang saya gunakan adalah yang dijual di pasaran biasa, dapat didapatkan dengan mudah di toko-toko di Jaya Plasa Bandung. Berikut penampakannya.
Gambar 1 - Dualshock 2 Wireless 2.4Ghz

Thursday, 22 November 2012

Pembacaan Joystick dengan AVR

Halo dunia!
Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis tentang pembacaan joystick dengan AVR. Pada semester ini, saya mengambil mata kuliah EL3096 Sistem Mikroprosesor, dan pada akhir kuliah terdapat tugas proyek. Proyek yang saya akan lakukan adalah mobil-mobilan dengan controller berupa joystick Play Station.
Joystick PS sudah banyak diketahui orang, dan menurut saya sangat menarik apabila joystick tersebut dapat kita gunakan sesuai dengan keinginan kita.Untuk dapat menggunakan joystick tersebut, maka kita harus dapat membaca data yang dikirimkan dari joystick agar kita dapat menggunakan dan memproses data tersebut kemudian. Berhubung yang saya pelajari pada mata kuliah ini adalah mikrokontroller AVR, maka yang saya akan bahas adalah pembacaan joystick dengan AVR.
Cara menggunakan joystick dengan AVR sebenarnya sudah banyak bertebaran di internet, tetapi saya akan membahasnya disini juga untuk membantu dan mendokumentasikan proyek saya.

Sunday, 7 October 2012

Power Supply / Adapter AC to DC

Semester ini saya mengikuti (kembali) training calon kru Workshop HME. Tugas pertama yang harus dibuat oleh tiap kelompok adalah membuat sebuah Power Supply/ Adapter AC to DC.

Apa gunanya?
Kebanyakan device elektronik pasti pake listrik DC. Kalau kita pakai baterai kan bakal habis, jadi terhitung boros. Lebih baik menggunakan listrik AC dari jala-jala yang kemudian diubah menjadi DC.
Contohnya kayak charger HP atau laptop.

Konsep Adapter
Konsep dari adapter yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
Gambar 1 Konsep DC Supply

Transformator
  Transformator digunakan untuk menurunkan tegangan dari tegangan jala-jala dengan 220 Vrms menjadi tegangan yang lebih kecil (tergantung trafonya). Biasanya digunakan keluaran 12 Vrms.

Diode Rectifier
  Dengan menggunakan bridge rectifier, kita dapat "menyearahkan" sinyal AC menjadi seperti berikut. Vs (hitam) adalah input AC,  Vo (biru) outputnya.
Gambar 2 Full-Wave Rectifier
Filter
  Walaupun hasil dari rectifier sudah selalu positif, tetapi nilainya masih berubah-ubah. Untuk mendapatkan sinyal DC yang statis maka digunakan filter menggunakan kapasitor.
Gambar 3 Rectifier dengan Filter Kapasitor
  Dengan memanfaatkan gejala transien pada kapasitor, dapat dihasilkan sinyal menyerupai sinyal DC yang memiliki ripple. Ripple yang terjadi adalah akibat kapasitor discharge, oleh karena itu ripple akan dipengaruhi oleh nilai kapasitor.
Waktu discharge: T=RC
Maka untuk memperkecil ripple dapat dilakukan dengan cara menaikkan nilai kapasitansi kapasitor.

Voltage Regulator
  Hasil dari proses di atas hingga filter adalah sinyal DC 12 V. Apabila diinginkan output voltage DC yang berbeda (<=12 V) dapat dilakakukan dengan menggunakan voltage regulator.
  Regulator yang digunakan untuk mendapatkan nilai yang sesuai keinginan kita adalah LM317. Untuk spesifikasinya, silahkan dicari sendiri datasheetnya.
Gambar 4 Rangkaian Konfigurasi LM317
  Dari datasheet, output LM317 adalah:
dengan mengabaikan nilai Iadj yang sangat kecil didapatkan output:

Pembuatan Adapter
Spesifikasi 
  - Multiple Voltage Output: 1.5V, 3V, 5V, 7.5V, 9V, dan 12V.

 Komponen dan Bahan yang dibutuhkan
  - Trafo 220V-12V
  - Fuse + tempatnya
  - Bridge Rectifier
  - Kapasitor 4700uF dan 10uF
  - LM317
  - Resistor 1k untuk R1
  - Trimpot 10k 6 buah untuk R2 yang berbeda-beda
  - Rotary Switch
  Lainnya: - Kabel untuk AC
               - Stop kontak (colokan)
               - Jumper
               - Casing

Skematik Rangkaian yang Digunakan
Gambar 5 Skematik Rangkaian Adapter
Pengesetan Alat
  Untuk mendapatkan nilai output yang dihasilkan, ukur output dengan voltmeter lalu putar trimpot hingga output yang dikehendaki didapatkan.

Hasil Jadi
Berikut hasil jadi adapter yang kami buat:
Gambar 6 Rangkaian di dalam Casing
Gambar 7 Hasil Jadi dengan Casing

Itulah adapter hasil pengerjaan tugas pertama kami dalam kaderisasi WS HME.

Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk mampir dan membaca. Syukur alhamdulillah kalau menjadi ilmu yang bermanfaat.
Sampai jumpa di post berikutnya!
"Hidup ini sebuah film panjang, dengan aku sebagai tokoh utama. Kini pilihanku karakter apa yang ingin ada pada tokoh utamanya." -Tanduk Ion-

Tuesday, 24 July 2012

Membuat Line Follower Sederhana

Assalamu'alaikum!
Yo! Halo dunia! Kali ini saya akan membahas robot pertama buatan saya.
Pada semester 2, dalam rangka mengerjakan tugas akhir dalam kaderisasi unit robotika, saya dan tim saya, terdiri dari 3 orang, membuat sebuah line follower sederhana.

Line follower sederhana ini hanya ditujukan untuk lintasan yang sederhana dengan garis berwarna hitam. Logika dasar dari line follower ini sangat sederhana, karena hanya menggunakan 2 buah sensor, kiri dan kanan. Logika dari line follower ini adalah sebagai berikut:
Sensor kiri
Sensor kanan
Motor kiri
Motor kanan
0
0
1
1
0
1
1
0
1
0
0
1
1
1
1
1
Sensor membaca garis adalah logika 1, dan motor menyala adalah logika 1.
Dari tabel logika di atas didapatkan persamaan motorkiri= ~(kiri and ~kanan) dan motorkanan= ~(~kiri and kanan). Oleh karena itu cukup satu gerbang logika yang digunakan, yaitu NAND.


Yang dibutuhkan dalam pembuatan line follower ini adalah:
  • 2 LED infrared/putih biasa untuk transmitter
  • 2 Photodioda sebagai receiver
  • LM393 sebagai komparator
  • IC 74LS00 sebagai gerbang logika NAND
  • 2 transistor 2n2222
  • 2 LED indikator
  • Resistor: 220 4 buah, 10k 2 buah, 
  • Potensiometer/trimpot 10k 2 buah, 1k 2 buah
  • terminal 2 pin dan header-headeran
  • 2 buah mobil-mobilan dengan baterai untuk diambil gearbox dan dinamonya
  •  Baterai dan kotaknya  

 Rangkaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
Gambar 1 Rangkaian Line Follower Sederhana

Sensor dibuat pada PCB yang terpisah dari PCB berisi IC. Header H1 pada sensor akan dihubungkan pada Header H3 dan Header H2 pada Header H4.
LED3 dan LED4 berfungsi untuk indikator sensor membaca garis atau tidak. LED akan menyala ketika sensor membaca putih (bukan garis).

Rangkaian dapat dibuat pada PCB cetak atau PCB dot matriks saja (kebetulan dulu saya buatnya di PCB dot matriks karena belum bisa buat PCB cetak hahaha).

Dan hasil akhir dari robot line follower saya adalah sebagai berikut jreng jreng jreng!!
Gambar 2 Robot Line Follower Sederhana D.O.C

Robot tersebut dinamakan D.O.C hasil dari inisial tiap anggota timnya. Berikut video hasil tes jalannya.

Oya, ada satu kelebihan dari line follower yang saya buat ini. Dari output gerbang logika menuju transistor, saya pasang potensio, bukan resistor tetap. Untuk apa? Saya pasang potensio sehingga bisa mengatur kecepatan si robot, karena treknya bisa saja berbeda dan butuh kecepatan yang berbeda untuk melewatinya. Dan benar saja, dikala tim lain keluar terus dari treknya padahal ketika dicoba di trek sendiri bisa, robot kami bisa diatur kecepatannya sehingga di trek yang diberi panitianya tetap bisa mengikuti garis.

Yak, begitulah cara membuat line follower sederhana yang saya buat. Memang masih banyak kekurangannya, tapi pastinya akan ada yang selanjutnya.
Tetap ikuti perkembangan blog ini, hingga munculnya project Tanduk Ion nanti.
Sekian dulu, terima kasih sudah mau mengunjungi, melihat, dan membaca.
Wassalamu'alaikum
" Bermimpilah, karena dengan bermimpi kita berdiri"
Dwindra Sulistyoutomo -tandukion-